Minggu, 17 April 2011

Pengertian Atletik


Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).
sejarah Atletik
Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa : Panhellenik Games The Pythian Game(dimulai 6 Sebelum Masehi) digelar di Argolid setiap dua tahun.The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahThe Roman Games Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang nuga sama-sama 527 Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games(dimulai 51 memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Eeck Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yang diorganisisr pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.
 Atletik termasuk didalam Olimpiade modern di tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian Wanita pertamakali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.
Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan
Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor,selama musim dingin dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m hlang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m haling rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya dilombakan.
Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untu event outdoor, dimana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkn di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon
Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan
Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yardm dimana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis. Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini isa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untukAmerican Football, sepak bola, atau lacrosse. Lapangan didalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.
·         Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani athlon yang berarti kontes.
·         Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade.
Macam-Macam Atletik
Atletik terdiri dari tiga macam, yaitu lari, lempar dan lompat. Dari ketiga nomor tersebut, masing-masing terbagi lagi menjadi beberapa nomor. Berikut ini adalah macam-macam atletik.
  • Lari
Nomor ini terdiri atas:
1. Lari Jarak Pendek; yang termasuk lari jarak pendek adalah lari dengan jarak 100 m, 200 m dan 400 m.
2. Lari Jarak Menengah; yang termasuk lari jarak menengah adalah lari dengan jarak 800 m, 1500 m dan 3000 m.
3. Lari Jarak Jauh; yang termasuk lari jarak jauh adalah lari dengan jarak 5000 m dan 10.000 m.
4. Lari Berintang; pada nomor lari ini, sang pelari harus berlari dengan melewati rintangan setinggi 110 m.
5. Lari Estafet; lari yang sering disebut lari sambung ini adalah lari yang terdiri dari empat orang pelari dengan membawa tongkat yang diserahkan secara bergantian.
  • Lempar
Nomor ini terdiri atas:
1. Lempar Cakram; pada nomor ini, sang atlet harus melempar cakram seberat 2 kg dengan diameter 220 mm. Cakram dilempar 30 derajat lepas dari pegangan. Lempar Cakram merupakan nomor lempar yang dilombakan di Olimpiade Athena, Yunani pada 1896.
2. Lempar Lembing; jenis atletik ini sama dengan lempar cakram. Lembing yang dilempar terbuat dari logam seberat 600 gr dengan panjang 2,30 m (untuk putri) dan 800 gr dengan panjang 2,70 m (untuk putra).
3. Tolak Peluru; pada nomor ini sang atlet harus melempar sebuah bola logam seberat 4 kg (untuk putri) dan 7¼ kg (untuk putra).
  • Lompat
Nomor ini terdiri atas:
1. Lompat Tinggi; jenis atletik ini mengharuskan sang atlet melompat melewati mistar yang dibentangkan di kedua tiang. Posisi tubuh telungkup saat melewati mistar dan mendarat dengan sikap berdiri.
2. Lompat Jauh; lompat ini merupakan keterampilan di mana sang atlet harus melompat sejauh mungkin demi mendapatkan jarak yang terjauh. Tempat mendaratnya berisi pasir agar bisa diukur panjang lompatan.
3. Lompat Galah; pad nomor ini sang atlet harus melompati tiang galah setinggi 6 meter.
Dalam atletik terdapat beberapa nomor yang dipertandingkan yaitu, nomor lari, nomor lompat dan nomor lempar.

1. Nomor Lari

Pada nomor ini terdapat beberapa perlombaan yaitu :
a. Lari jarak pendek, yang terdiri dari lari dengan jarak 100 m, 200 m, 400 m
b. Lari jarak menengah, yang terdiri dari lari jarak 800 m, 1.500 m dan 3.000 m
c. Lari jarak jauh, yang terdiri dari lari jarak 5 km, 10 km dan 42, 195 km (maraton)
d. Lari gawang, yang terdiri dari lari dengan jarak 100 m dan 400 m
e. Lari estafet, yang terdiri dari lari dengan jarak 4 X 100 m 4 X 400 m

2. Nomor Lompat

Pada nomor ini terdapat beberapa perlombaan yaitu :
a. Loncat tinggi
b. Loncat galah
c. Lompat jauh
d. Lompat jangkit

3. Nomor Lempar

Pada nomor ini terdapat beberapa perlombaan yaitu :
a. Tolak peluru
b. Lempar martil
c. Lempar lembing
d. Lempar cakram

Selain perlombaaan-perlombaan yang telah disebutkan di atas ada beberapa pelombaan lain yang sering juga diperlombaakan, yaitu perlombaan campuran dan pelombaan khusus.

4. Perlombaan Campuran

Terdiri dari beberapa perlombaan yaitu :
a. Pancalomba
b. Saptalomba
c. Dasalomba

5. Perlombaan Khusus

Terdiri dari beberapa pelombaan :
a. Jalan cepat
b. Lari halang rintang
c. Lari lintas alam
d. Atletik kursi roda
LARI JARAK PENDEK
Pengertian umum
Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan halus lancer dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi.
Seoarang pelari jarak pendek (sprinter) yang potensial bila dilihat dari komposisi atau susunan serabut otot persentase serabut otot cepat (fast twitch) lebih besar atau tinggi dengan kemampuan sampai 40 kali perdetik dalam vitro disbanding dengan serabut otot lambat (slow twitch) dengan kemampuan sampai 10kali perdetik dalam vitro. Oleh karena itu seorang pelari jarak pendek itu dilahirkan /bakat bukan dibuat.
Suatu analisa structural prestasi lari jarak pendek dan kebutuhan latihan dan pembelajaran untuk memperbaiki harus dilihat sebagai suatu kombinasi yang kompleks dari proses-proses biomekanika, biomotor, dan energetic.
Lari jarak pendek bila dilihat dari tahap-tahap berlari terdiri dari beberapa tahap yaitu :
tahap reaksi dan dorongan (reaction dan drive)
tahap percepatan (acceleration)
tahap tansisi/perobahan (transition)
tahap kecepatan maksimum (speed maximum)
tahap pemeliharaan kecepatan (maintenance speed)
finish
tujuan lari jarak pendek adlah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan ke depan. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya.

Urutan Gerak Keseluhan
Urutan gerak dalam berlari bila dilihat dari tahap-tahapnya adalah tahap topang yang terdiri dari topang depan dan satu tahap dorong, serta tahap melayang yang terdiri dari tahap ayun ke depan dan satu tahap pemulihan atau recovery.
Tahap Topang (support phase), pada tahap ini bertuuan untuk memperkecil penghambatan saat sentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Bila dilihat dari sifat-sifat teknisnya adalah mendarat pada telapak kaki (ballfoot).
Tahap melayang (flaying phase), pada tahap ini bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat sentuh tanah. Bila dilihat dari sifat-sifat teknis pada tahap ini adalah lutut kaki ayun bergerak ke depan dank e atas (untuk meneruskan dorongan dan menambah panjang langkah)
Tahap – Tahap Pembelajaran
Pembelajaran lari jarak pendek (sprint) terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :
Tahap Bermain (games)
Tahap Teknik Dasar (Basic of Technic)
Tahap Bermain
Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak (movement problem) lari jarak pendek langsung, dan cara lari jarak pendek yang benar ditinjau secara anatomis, memperbaiki sikap berlari jarak pendek serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Tujuan khusus dalam bermain lari jarak pendek adalah meningkatkan reaksi bergerak, kecepatan dan percepatan gerak siswa, serta koordinasi gerak siswa dalam berlari. Dalam bermain aa beberapa bentuk yang dapat diberikan, yaitu bentuk perorangan, kelompok kecil atau kelompok besar.

A. LARI JARAK PENDEK
1. Lapangan




2. Alat-alat :
• Pistol start
• Start block (blok awal) yang dapat disetel (tanpa per).
• Tiang finish 2 buah, tinggi 1,37m, lebar 8cm, tebal 2cm.
• Pita finish dipasang setinggi 1,22m.
• Kursi finish dengan 8 tangga untuk timers (pencatat waktu).
• Stopwatch 24 buah untuk pelari.
• Camera finish (alat foto finish).

3. Tekhnik.
aba-aba start :
1= Bersedia
2= Siap
3= Ya
a. Starting Position (posisi permulaan).
Sekarang hanya menggunakan medium start (permulaan yang sedang), yaitu pada aba-aba “bersedia” maka :
• Jari kaki depan terletak 45cm dibelakang garis start.
• Jari kaki belakang mundur lagi 20cm.
• Kedua lengan tegak lurus dibelakang garis start, pandangan 5m didepan garis start.
Pada aba-aba siap lutut belakang naik, pantat lebih tinggi dari
kepala, dan kepala maju jauh.

b. Starting Action
Pada aba “Ya” gerakan meluncur maju harus meledak seperti pelurubukan seperti mobil baru berangkat. Gerakan kaki secepat mungkin, tiap kali harus menekan tanah sampai lutut lurus, kaki depan naik sampai maksimal. Badan condong sekali kedepan, gerakan tangan secepat mungkin, sudut di siku tangan selalu sudut lancip, meskipun pada saat tangan dibelakang.

c. Sprinting Action.
Gerakan kaki secepat mungkin, tiap kali harus menekan tanah sampai lutut lurus, kaki depan naik sampai maksimal. Badan condong sekali kedepan, gerakan tangan secepat mungkin, sudut di siku tangan selalu sudut lancip, meskipun pada saat tangan dibelakang, hanya disini badannya condong sedikit ke depan ±25º.

d. Finish Action
Ada tiga cara melewati finish, yaitu :
• Lari lurus terus tanpa perubahan.
• Ambyuk, dada maju, tangan kebelakang.
• Dada diputar hingga salah satu bahu maju kedepan.
4. Disqualified
• Start mendahului aba-aba sampai dua kali.
• Mengganggu pelari lain selama lari.
• Masuk lintasan lain hingga mendapat keuntungan.
• Tidak sampai masuk finish.

B. LOMPAT TINGGI
1. lapangan.



a. Bak Lompat : 6X4m (diisi dengan pasir atau potongan karet busa)
b. Awalan : 15m atau 18m (dibuat dari sintel seperti lintasan lari)

2. Alat-alat.
• Tiang lompat tinggi dengan tempat meletakkan bilah yang ukurannya 6x4cm
• Panjang bilah lompat 3,66m sampai 4,00m
• Bentuk bilah :
a. Segitiga sama sisi dari 3cm.
b. Bulat dengan garis menengah 3cm.
c. Berat bilah lompat maximal 2kg diberi cat hitam putih.
3. Tekhnik.
a. Awalan harus tetap dan tepat.
Dengan demikian pelompat tidak ragu-ragu lagi untuk menumpu, untuk itu diperlukan tanda pengontrol (checkmark). Ada dua checkmark yaitu :
Pertama : pada permulaan awal.
Kedua : kira-kira empat langkah terakhir sebelum menumpu.
b. Gaya Lama dan Gaya Baru.
• Yang termasuk gaya lama yaitu :
1. Gaya Jongkok.
(Bagi yang kaki tumpunya kiri) awalan dari samping kanan, menumpu dengan kaki kiri, diatas mistar sikapnya jongkok jatuh dengan kaki kanan. (gaya ini sangat tidak efektif).
2. Gaya Gunting.
Awalan dari kanan, menyudut dengan mistar kira-kira 60º, menumpu dengan kaki kiri, diatas mistar sikapnya “tidur miring” tetapi menyudut, jatuh dengan kaki kiri lagi. (Gaya ini kurang efektif karna miring diatas mistar).
3. Gaya Berguling.
Awal dari kiri, menyudut lancip dengan mistar, menumpu dengan kaki kir, diatas mistar sikapnya “miring dan sejajar”dan jatuh dengan kaki kiri lagi. (gaya ini juga kurang efektif).

• Yang termasuk gaya baru.
1. Gaya Straddle
(bagi yang kaki tumpuannya kiri) awalan dari samping kiri, menyudut lancip dengan mistar, menumpu dengan kaki kiri, diatas mistar sikapnya “tiarap dan sejajar” jatuh dengan kaki kanan (gaya ini paling efektif, karena pada sikap tiarap badan menjadi tipis dan titik berat badan dapat lebih tyinggi).
2. Gaya Terlentang.
Awalan dari muka, membusur membelok ke kiri (berlawanan arah jarum jam) menumpu dengan kaki kiri, kaki kanan diayun sejajar dan di muka mistar melewati mistar dengan sikap terlentang dan kepala didahulukan, lutut di tekuk ke atas jatuh pada punggungnya (sama efektifnya dengan gaya straddle, badan tipis, titik bertanya tinggi).

4. Dsqualified
• Menjatuhkan mistar
• Menyentuh mistar, tiang lompat atau tanah di belakang tiang lompat dengan salah satu anggota badan, tidak jadi melompat.
• Menumpu dengan dua kaki.
• Dipanggil sudah dua menit tapi belum melompat.

C. LEMPAR CAKRAM
1. Lapangan

2. Alat-alat.
Syarat lembing internasional yaitu :
Pria Wanita
1. Berat 800gr 600gr
2. Panjang 260/270cm 200/230cm
3. Panjang Mata Lembing 15cm 15cm
4. Dari Ujung Sampai Titik Berat 90/100cm 85/95cm
5. Diameter Bagian Yang Tertebal 2,5/3,5cm 2/3cm
6. Lebar Pegengan Tali 15/16cm 14/15cm
• Rol meter baja yang telah disyahkan.
• Bendera-bendera untuk memberi tanda bekas lemparan.

3. Tekhnik.
Cara memegang lembing ada tiga yaitu :
• Dipegang diatas bahu (ujung lembing ke atas).
• Dipegang dimuka dada (ujung lembing kebawah).
• Dipegang dibelakang, menempel tangan kanan yang diluruskan.

Agar pegangan ini kuat, seluruh jari memegang, jari telunjuk menekan pada permukaan tali.
Cara mengambil awalan.
• Dengan checkmark pertama dan kedua seperti pada lompat jauh.
• Selama lari, lembing bergerak maju mundur, seirama dengan lenggang tangan.
• Langkah silang (pada checkmark kedua) dimulai dengan memutar telapak kaki kanan 60º ke kanan, sedang tangan kanan menarik lembing kebelakang, hingga ujung lembing lebih tinggi dari kepala (arah ujung lembing harus sama dengan sudut lemparan).
• Tubuh diputar 90º kekanan dan kepala jauh ke samping kanan (kearah awalan).
• Dengan sikap demikian ini kaki kiri ikut diputar 60º ke kanan, dan langkah kaki kanan selanjutnya harus menyilang dimuka kaki kiri.
• Sekarang kaki kiri dilangkahkan lebar, siap untuk melempar.
• Selama menjalankan langkah silang ini, lembing tidak boleh bergerak dan arahnya lurus betul kedepan.

Cara melempar.
• Pada posisi “siap lempar” ini, berat badan hampir seluruhnya pada kaki kanan meskipun kaki kiri sudah diletakkan ditanah, tangan kanan lurus terus kebelakang dan jauh, proyeksi kepala jatuh dibelakang telapak kaki kanan.
• Lemparan dimulai dengan memindah berat badan ke kiri yang lalu diluruskan.
• Bahu kiri diputar ke kiri dibarengi dengan lemparan tangan kanan, yang gerakannya searah dengan jalannya lembing (seperti melempar bola), lembing lewat diatas kepala, lemparannya dipimpin siku kanan.
• Tubuh jangan membungkuk.
• Sikap lembing pada saat terakhir, menentukan segala-galanya, karena itu harus betul-betul sesuai dengan sudut lemparan, (sudut lemparan 35º atau 40º).
• Follow through, pada lempar lembing pasti menjadikan sipelempar maju 1,5m sampai 2m, karena itu 1,5m sebelum garis batas, lembing sudah harus dilemparkan.

4. Disqualified
• Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas.
• Menyentuh tanah diluar besi batas lemparan.
• Setelah lempar keluar lewat garis lempar (lewat depan).
• Lembing jatuh diluar sektor lemparan.
• Ujung lembing tidak memberi bekas ditanah.
• Lembing tidak dipegang pada pembalutnya.
• Lembing dipegang dengan dua tangan (umpamanya dipegang ujungnya dengan tangan yang lain).
• Dipanggil sudah dua menit tapi belum melempar.

1 komentar: